Sabtu, 13 Juli 2013

Belia Pun Bisa Menjadi Kaya Raya


       
Nama Nick D’Aloisio mungkin masih terdengar asing di masyarakat awam. Namun bagi para pencinta dan pengamat teknologi pasti sudah tidak asing lagi dengan nama ini. Beberapa bulan yang lalu nama Nick D’Aloisio mendadak ramai dibicarakan dibeberapa media Internasional. Namanya mulai ramai dibicarakan sejak diketahui bahwa Summly, sebuah aplikasi untuk iPhone yang berhasil diciptakan Nick dibeli oleh salah satu perusahaan internet multinasional Yahoo dengan harga yang cukup fantastis sekitar USD 30 juta atau setara dengan Rp 290 milliar. Summly adalah teknologi yang dapat membuat konten panjang seperti artikel secara otomatis diringkas dan dipadatkan menjadi satu paragraph. Gagasan dari Summly ini adalah jika kita memakai ponsel akan lebih mudah membaca tulisan singkat itu daripada konten yang lengkap (hal 48).
Nick D’Aloisio sendiri adalah seorang remaja berusia 17 tahun asal Inggris. Nick memiliki ketertarikan di dunia teknologi khususnya komputer sejak berusia 5 tahun. Dia memiliki komputer pertamanya pada usia sembilan tahun dan memakainya untuk membuat film dengan program-program seperti Final Cut Pro, semuanya dia pelajari secara otodidak. Sebagai programer otodidak, Nick belajar tentang pemrograman menggunakan “C for Dummies” dan video-video online. Nick menciptakan aplikasi pertamanya pada tahun 2008 dan harus mendaftar dibawah nama ayahnya karena ia empat tahun lebih muda dari batas minimal 16 tahun untuk bisa masuk App Store (hal, 27).
Buku berjudul Milyarder Baru Diusia 17 Tahun, Meraih 30 Juta Dolar dengan Kreatif dan Mimpi karya Hermawan Aksan ini menceritakan secara detail kehidupan Nick D’Aloisio sejak masa kanak-kanak hingga menjadi seorang milyarder diusia 17 tahun. Dalam buku ini bisa diketahui bahwa apa yang diperoleh Nick D’Alosio saat ini bukanlah sesuatu yang instan. Hasil ini diperoleh melalui proses kreatifitas yang panjang sejak dia masih tergolong anak-anak. Tercatat pada usia 10 tahun Nick sudah berhasil membuat video 3D dikomputernya (hal, 22). Kemudian pada tahun 2008, ketika dia berusia 12 tahun, Nick belajar membuat aplikasi.
Dia kemudian mengunduh iPhone development kit dan mendesain perangkat lunak pertamanya, aplikasi musik SongStumblr. Berlanjut aplikasi keduanya yang bernama FingerMill yang didaftarkannya ke App Store. FingerMill adalah aplikasi pertamanya yang dipajang di App Store dan pada saat itu inilah satu-satunya aplikasi yang di buat anak berumur 12 tahun (hal, 16). Bahkan pada hari pertama pemajangannya Nick berhasil memperoleh 79 pounds hasil penjualan aplikasi tersebut di App Store.
Proses kreativitas Nick tak berhenti sampai disitu, produk aplikasi inovasi Nick terus bermunculan hingga akhirnya Nick menciptakan aplikasi yang diberi nama Trimit yang sukses diunduh 100 ribu orang. Trimit adalah versi awal dari Summly. Kesuksesan Trimit ini menarik minat para investor untuk menginvestasikan uang mereka pada aplikasi ini. Banyaknya investasi yang masuk membuat Nick lebih tenang untuk mengembangkan Trimit menjadi aplikasi yang lebih canggih yang akhirnya berevolusi menjadi Summly.
Nick adalah sebuah contoh remaja yang patut ditiru oleh remaja di seluruh dunia. Kerja kerasnya dan semangat inovasi dan kreatifitasnya patut diacungi jempol. Perjalanan Nick masih panjang, Nick masih terlalu muda untuk dikatakan sukses. Usianya yang masih muda adalah sebuah anugrah yang diberikan oleh Tuhan untuk terus di syukuri dengan selalu kreatif dan inovatif menciptakan produk yang bisa membangun dan bermanfaat bagi yang lainnya.
Meskipun buku ini secara khusus membahas kehidupan dan proses kreativitas Nick D’Aloisio hingga menjadi salah satu dari 30 milyarder muda dunia versi majalah Forbes, namun di bagian akhir penulis juga mencoba menampilkan beberapa kisah-kisah inspiratif 30 pengusaha muda dunia selain Nick yang masuk dalam kategori remaja yang paling bersinar selama satu tahun terakhir versi Majalah Forbes. Buku ini sangat cocok dibaca untuk kalangan pemuda dan remaja sebagai motivasi dan sumber inspirasi untuk berkarya menciptakan produk-produk yang inovatif dan bermanfaat bagi orang lain. Buku ini seperti menegaskan bahwa kesuksesan itu tidak hanya milik golongan tua. Remaja pun bisa sukses seperti Nick. Kuncinya adalah Kreatif dan mau bekerja keras. Sudah saatnya yang muda yang berkarya.

Peresensi 
M Al Mustafad 
Mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang

DATA BUKU
Judul buku             : Milyarder Baru Diusia 17 Tahun: Meraih 30 Juta Dolar   dengan Kreativitas dan Mimpi
Penulis                   : Hermawan Aksan
Penerbit                 : Pustaka Inspira, Jakarta
Cetakan                 : Pertama, Juni 2013
Tebal buku            : 168 halaman
ISBN                          : 978-602-97066-3-5
Harga                       : Rp. 39.500,- 

dipublikasikan pertama kali oleh Koran Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar