Nama Nick D’Aloisio mungkin masih terdengar asing di
masyarakat awam. Namun bagi para pencinta dan pengamat teknologi pasti sudah
tidak asing lagi dengan nama ini. Beberapa bulan yang lalu nama Nick D’Aloisio
mendadak ramai dibicarakan dibeberapa media Internasional. Namanya mulai ramai
dibicarakan sejak diketahui bahwa Summly, sebuah aplikasi untuk iPhone yang
berhasil diciptakan Nick dibeli oleh salah satu perusahaan internet
multinasional Yahoo dengan harga yang cukup fantastis sekitar USD 30 juta atau
setara dengan Rp 290 milliar. Summly adalah teknologi yang dapat membuat konten
panjang seperti artikel secara otomatis diringkas dan dipadatkan menjadi satu
paragraph. Gagasan dari Summly ini adalah jika kita memakai ponsel akan lebih
mudah membaca tulisan singkat itu daripada konten yang lengkap (hal 48).
Nick D’Aloisio sendiri adalah seorang remaja berusia 17
tahun asal Inggris. Nick memiliki ketertarikan di dunia teknologi khususnya
komputer sejak berusia 5 tahun. Dia memiliki komputer pertamanya pada usia
sembilan tahun dan memakainya untuk membuat film dengan program-program seperti
Final Cut Pro, semuanya dia pelajari secara otodidak. Sebagai programer
otodidak, Nick belajar tentang pemrograman menggunakan “C for Dummies” dan
video-video online. Nick menciptakan aplikasi pertamanya pada tahun 2008 dan
harus mendaftar dibawah nama ayahnya karena ia empat tahun lebih muda dari
batas minimal 16 tahun untuk bisa masuk App Store (hal, 27).
Buku berjudul Milyarder Baru Diusia 17 Tahun, Meraih 30 Juta
Dolar dengan Kreatif dan Mimpi karya Hermawan Aksan ini menceritakan secara
detail kehidupan Nick D’Aloisio sejak masa kanak-kanak hingga menjadi seorang
milyarder diusia 17 tahun. Dalam buku ini bisa diketahui bahwa apa yang
diperoleh Nick D’Alosio saat ini bukanlah sesuatu yang instan. Hasil ini
diperoleh melalui proses kreatifitas yang panjang sejak dia masih tergolong
anak-anak. Tercatat pada usia 10 tahun Nick sudah berhasil membuat video 3D
dikomputernya (hal, 22). Kemudian pada tahun 2008, ketika dia berusia 12 tahun,
Nick belajar membuat aplikasi.
Dia kemudian mengunduh iPhone development kit dan mendesain perangkat lunak pertamanya, aplikasi
musik SongStumblr. Berlanjut aplikasi keduanya yang bernama FingerMill yang
didaftarkannya ke App Store. FingerMill adalah aplikasi pertamanya yang
dipajang di App Store dan pada saat itu inilah satu-satunya aplikasi yang di
buat anak berumur 12 tahun (hal, 16). Bahkan pada hari pertama pemajangannya
Nick berhasil memperoleh 79 pounds hasil penjualan aplikasi tersebut di App
Store.
Proses kreativitas Nick tak berhenti sampai disitu, produk
aplikasi inovasi Nick terus bermunculan hingga akhirnya Nick menciptakan
aplikasi yang diberi nama Trimit yang sukses diunduh 100 ribu orang. Trimit
adalah versi awal dari Summly. Kesuksesan Trimit ini menarik minat para
investor untuk menginvestasikan uang mereka pada aplikasi ini. Banyaknya
investasi yang masuk membuat Nick lebih tenang untuk mengembangkan Trimit
menjadi aplikasi yang lebih canggih yang akhirnya berevolusi menjadi Summly.
Nick adalah sebuah contoh remaja yang patut ditiru oleh
remaja di seluruh dunia. Kerja kerasnya dan semangat inovasi dan kreatifitasnya
patut diacungi jempol. Perjalanan Nick masih panjang, Nick masih terlalu muda
untuk dikatakan sukses. Usianya yang masih muda adalah sebuah anugrah yang
diberikan oleh Tuhan untuk terus di syukuri dengan selalu kreatif dan inovatif
menciptakan produk yang bisa membangun dan bermanfaat bagi yang lainnya.
Meskipun
buku ini secara khusus membahas kehidupan dan proses kreativitas Nick D’Aloisio
hingga menjadi salah satu dari 30 milyarder muda dunia versi majalah Forbes, namun
di bagian akhir penulis juga mencoba menampilkan beberapa kisah-kisah
inspiratif 30 pengusaha muda dunia selain Nick yang masuk dalam kategori remaja
yang paling bersinar selama satu tahun terakhir versi Majalah Forbes. Buku ini
sangat cocok dibaca untuk kalangan pemuda dan remaja sebagai motivasi dan
sumber inspirasi untuk berkarya menciptakan produk-produk yang inovatif dan
bermanfaat bagi orang lain. Buku ini seperti menegaskan bahwa kesuksesan itu
tidak hanya milik golongan tua. Remaja pun bisa sukses seperti Nick. Kuncinya adalah
Kreatif dan mau bekerja keras. Sudah saatnya yang muda yang berkarya.
M Al Mustafad
Mahasiswa Universitas Wahid Hasyim Semarang
DATA BUKU
Judul buku :
Milyarder Baru Diusia 17 Tahun: Meraih 30 Juta Dolar dengan Kreativitas dan Mimpi
Penulis : Hermawan Aksan
Penerbit : Pustaka Inspira, Jakarta
Cetakan : Pertama, Juni 2013
Tebal buku : 168 halaman
ISBN : 978-602-97066-3-5
Harga : Rp. 39.500,-
dipublikasikan pertama kali oleh Koran Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2013
Penulis : Hermawan Aksan
Penerbit : Pustaka Inspira, Jakarta
Cetakan : Pertama, Juni 2013
Tebal buku : 168 halaman
ISBN : 978-602-97066-3-5
Harga : Rp. 39.500,-
dipublikasikan pertama kali oleh Koran Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar